Rabu, 16 Oktober 2013

Tips Memulai Usaha di Usia Muda

Memulai Bisnis Harus Sejak Usia Muda?

Menurut mitos modern, ciri-ciri calon pengusaha berhasil umumnya didominasi kaum pria yang kutu buku berusia 20-an, tidak dewasa, dan tinggal selangkah lagi menuju kesuksesan dan ketenaran. Hal tersebut muncul seiring dengan mencuatnya nama-nama seperti Bill Gates, Marc Andreessen pendiri Netscape, para lelaki Google, Larry Page dan Sergey Brin. Meskipun cerita mereka cocok dengan mitos yang ada, tetapi hampir semua stereotip tersebut salah.

Buktinya, saat ini di Amerika Serikat perempuanlah yang menjadi kekuatan penggerak di balik banyaknya bisnis baru. Pusat Riset Bisnis Perempuan di sana bahkan menyatakan perkembangan bisnis yang dimiliki perempuan tumbuh hampir dua kali lipat daripada kebanyakan perusahaan yang ada. Mereka mempekerjakan lebih dari 12,8 juta pegawai. Menghabiskan 550 juta dollar AS (sekitar Rp 5,17 triliun) untuk gaji dan tunjangan karyawan, serta membukukan penjualan akhir 1,9 triliun dollar AS (sekitar Rp 17,86 triliun).

Mitos kewiraswastaan pun jadi penting karena dapat mengendurkan semangat mereka yang tidak memenuhi kriteria. Namun, meskipun tidak sesuai, pengusaha perempuan telah mengucurkan jutaan dollar AS ke dalam perekonomian Amerika dan dunia. Lalu, yang terpenting, mereka melakukan segala sesuatu dengan aturan main sendiri!

Aturan dari segi usia sangat bisa dipatahkan. Jill Blashack Strahan (48), misalnya. Ia memulai Tastefully Simple di usia 37. Saat itu ia telah menikah dan punya anak. Menurutnya, usia matang adalah salah satu kunci keberhasilan. "Waktu muda, saya tidak mengenali siapa diri saya sebenarnya," ujar Jill. "Sedangkan untuk jadi pemimpin yang hebat, kita harus mengetahui diri kita dengan baik."

Menurut penelitian Simon Parker, dosen ekonomi dan kewiraswastaan di University of Durham, Inggris, sebagian besar bisnis yang dimiliki pengusaha berusia matang memiliki kecenderungan bertahan lama. Usia rata-rata pemimpin perusahaan yang ada dalam Inc. 500, daftar perusahaan swasta dengan pertumbuhan tercepat, adalah 43 tahun. Pengusaha tertua Doris Drucker memulai perusahaan pertamanya saat berumur 82 tahun.

Meski demikian, ada anggapan bahwa menjadi pengusaha harus dimulai sejak muda, karena hanya orang muda yang cukup berani mencoba sesuatu dengan tingkat kegagalan tinggi. Namun, ternyata pengalaman biar bagaimanapun juga, terbukti akan jauh lebih berharga dibandingkan dengan keberanian yang bodoh.

Sewaktu Carol Latham, 67 tahun, masuk ke dalam kelas bisnis, para mahasiswa langsung terkaget-kaget. Terlihat jelas apa yang ada di dalam benak mereka: "Ia pengusaha? Tidak mungkin! Terlalu tua!" Kemudian Carol berbagi cerita.

Ia adalah seorang ahli kimia di Cleveland yang kemudian berhenti bekerja untuk mengasuh anak. Ia tinggal di rumah selama 18 tahun, dan baru kembali bekerja pada tahun 1981. Pertengahan 1980-an, saat ukuran komputer mengecil, Carol menyadari bahwa komputer yang terlalu panas akan menimbulkan masalah besar. Bertumpu pada latar belakang kimia, ia mendapat ide untuk menggunakan material pengantar panas dengan bahan polimer.

Tahun 1989, ia nekat membuka perusahaannya sendiri, Thermagon. Carol lalu kekurangan uang untuk membayar gaji, tetapi hatinya tidak ciut. "Pengalaman sebagai ibu rumah tangga membuat saya bisa memotivasi orang, tanpa uang. Saya sendiri dulu sering menjadi relawan. Saya terpikir untuk menggerakkan orang mengerjakan sesuatu tanpa imbalan apa pun. Ternyata saya berhasil melakukannya," lanjut Carol.

Ia mempekerjakan tenaga yang tidak berpengalaman dan membujuk dewan sekolah Cleveland untuk mengirim guru Bahasa Inggris dan Matematika. Lalu, ia mengadakan berbagai pelatihan. "Kami mempromosikan banyak perempuan dan kaum minoritas. Mengembangkan kemampuan mereka dan memberikan kesempatan untuk hidup lebih baik. Itu sebuah akhir yang sempurna," katanya.


Tips Memulai Usaha di Usia Muda
Merintis sebuah usaha memang bisa dilakukan kapan saja, termasuk juga ketika kita masih berusia cukup muda. Banyaknya prestasi yang ditorehkan para entrepreneur muda di Indonesia, ternyata turut memotivasi kalangan anak muda untuk mulai terjun di dunia usaha. Contohnya saja seperti kesuksesan Elang Gumilang yang berhasil mendatangkan omzet belasan milyar ketika usianya baru menginjak 22 tahun, atau bisa juga kita belajar dari kepiawaian Bill Gates (sang penemu Microsoft) yang mulai merintis ide bisnisnya ketika Ia masih berstatus sebagai mahasiswa Harvard University.

Keberhasilan dua entrepreneur muda tersebut tentu cukup memotivasi para pemula untuk bisa mengikuti jejak kesuksesan mereka. Sehingga tidak heran bila belakangan ini banyak kalangan anak muda yang mulai tertarik merintis sebuah usaha, untuk mendatangkan keuntungan yang tak kalah besar setiap bulannya.

Nah, bagi kalangan anak muda yang ingin terjun di dunia usaha, berikut ini kami informasikan beberapa tips memulai usaha di usia muda yang bisa Anda jadikan sebagai salah satu bekal untuk membangun kerjaan bisnis Anda.


Tahu apa yang ingin Anda kerjakan

Seorang pebisnis muda harus tahu apa yang mereka cintai dan apa yang ingin mereka kerjakan. Poin ini cukup penting karena kebanyakan anak muda masih cukup labil sehingga mereka cenderung cepat bosan pada hal-hal yang tidak mereka senangi. Untuk itu, mulailah dengan merintis bisnis kecil yang sejalan dengan minat dan bakat Anda, lalu atur waktu dan prioritas Anda untuk mulai menyelesaikan apa yang telah menjadi pilihan Anda.


Cari motivator dan investor sukses

Sebagai seorang pemula, tentunya Anda wajib mencari guru dan partner kerja dari kalangan pengusaha. Poin ini perlu Anda jalankan untuk mempertajam ilmu bisnis yang Anda miliki, sekaligus mencari partner kerja yang sudah hapal dengan seluk-beluk dunia usaha. Dengan begitu, Anda bisa bertukar pikiran dengan para motivator bisnis yang telah sukses sebelum Anda, serta bekerjasama dengan para investor untuk mengembangkan ide bisnis yang Anda miliki.


Maksimalkan teknologi dan infonet

Kalangan anak muda tentu sudah sangat familiar dengan perkembangan teknologi dan infonet. Karena itu, tidak ada salahnya bila Anda mengoptimalkan peran teknologi dan infonet untuk mendukung perkembangan bisnis Anda. Contohnya saja seperti menggunakan sosial media, e-mail, blog, forum online, iklan baris maupun iklan baner untuk membantu mempromosikan bisnis Anda di dunia maya.


Belajar tegas sebagai seorang pemimpin

Meskipun usia Anda masih cukup muda, namun jangan pernah melupakan peran utama Anda sebagai seorang pemimpin. Siapkan mental Anda untuk menjadi seorang pemimpin yang tegas, walaupun karyawan Anda memiliki usia yang lebih tua dari Anda. Untuk menghadapi kondisi tersebut, ada baiknya bila Anda membuat kesepakatan bersama dan menerapkan aturan-aturan tersebut di lapangan. Poin ini bisa Anda coba agar para karyawan tetap menjaga kedisiplinannya meskipun dipimpin seorang direktur yang lebih muda dari mereka.

Semoga tips motivasi bisnis yang kami angkat pada pekan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi kalangan anak muda untuk segera terjun di dunia usaha. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang paling mudah, dan mulailah dari sekarang! Salam sukses.



Tips Memulai Bisnis di Usia Muda dari Michelle 'BonChon'
Berbisnis di usia muda bukanlah hal yang tidak mungkin. Selama ada kemauan dan kerja keras hal itu juga bisa diwujudkan. Salah satu wanita yang bisa Anda jadikan inspirasi untuk berbisnis di usia muda adalah pemilik resto fastfood BonChon, Michelle E Surjaputra. Usianya masih 23 tahun saat mengawali bisnis ayam goreng tersebut.

Menjalani bisnis BonChon yang kini sudah memiliki sebelas cabang di usianya yang muda, Michelle kerap menemui kesulitan. Misalnya saja banyaknya tekanan berbagai pihak, menentukan strategi penjualan, hingga kesejahteraan karyawan yang jadi tanggungjawabnya. Namun menurutnya, segala kesulitan tersebut justru menjadi tantangan dan pembelajaran untuk bisa lebih baik lagi. Berbagai tantangan itu pun ia anggap sebagai praktik langsung dari segala teori yang dipelajarinya saat kuliah di New York University- Leonard N. Stern School of Business.

"Menurutku ini adalah proses untuk lebih berkembang. Setiap harinya saat kuliah saya belajar tentang bisnis. Jadinya sejauh ini berdasarkan pengalaman dari kuliah empat tahun ini. Tapi memulai bisnis baru itu, aku bisa bilang, begitu banyak tekanan. Dan kamu tidak hanya mengerjakan kerjaan kamu, tapi juga mengurusi 200 orang karyawan di bawah kamu. Ya, ini tantangan dan aku senang melakukannya," ungkap wanita kelahiran November 1988 itu.

Bagi Anda yang juga ingin memulai bisnis di usia muda, wanita yang hobi olahraga lari ini memberikan tipsnya. Pertama, yang perlu Anda lakukan adalah riset sebelum membuka bisnis. Teliti juga tempat dan sasaran pasar yang ingin dituju. Michelle menambahkan, jangan ragu untuk sharing ide Anda tersebut ke orang-orang yang dipercaya, bisa keluarga ataupun sahabat.

Saling sharing juga berguna untuk Anda membuat rencana bisnis nantinya. Anda pun perlu mempertimbangkan langkah apa yang bisa diambil dan rencana cadangan lainnya untuk jangka waktu satu tahun hingga lima tahun. Tak hanya itu, menganalisis kompetitor juga penting, Michelle menambahkan.

Dengan persiapan matang sebelum memutuskan membeli BonChon membuat Michelle sukses bersaing dari lima orang lainnya yang juga ingin membeli franchise fastfood itu di Indonesia. "Itu juga bener-bener mempengaruhi CEO-nya untuk kasih franchise ke saya dan juga peran keluarga yang selalu support saya. Intinya pastikan kamu lakukan banyak penelitian sebelum mulai karena akan memudahkan hidupmu nantinya," tutur wanita kelahiran Jakarta ini.

7 prinsip membangun bisnis dari usia muda

Sudah saatnya dari sejak dini anak muda Indonesia harus mulai terjun dalam bisnis.

Beberapa teman yang saya temui, mereka sebenarnya ingin terjun dalam bisnis, tapi ketakutan menghantui mereka. Mereka takut bagaimana kalau nanti tidak berhasil atau malah bangrkut. Mereka sudah lekat dengan kenyamanan sebagai karyawan yang mereka pandang jauh lebih amankarena gajinya sudah fix setiap bulannya.

Untuk memulai bisnis di usia muda, memang membutuhkan keberanian, semangat pantangmenyerah, modal, dan mimpi! 5 – 10 tahun Anda mau menjadi seperti apa, ditentukan dari apa yang Anda lakukan saat ini.

Berikut ini 7 prinsip yang bisa Anda gunakan untuk membangun bisnis jangka panjang dimulai dari usia muda :


1. Kepercayaan adalah modal jangka panjang

Modal dalam bisnis dapat dibagi menjadi modal nyata dan tidak nyata. Modal nyata seperti : uang, mobil, peralatan, komputer dll. Sedang modal tidak nyata yang lebih berharga yaitu kepercayaan. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan dan hanya butuh waktu yang singkat untuk menghancurkannya. Maka, berusahalah membina kepercayaan kepada siapapun. Jika orang percaya dengan Anda, maka mereka juga tidak segan untuk mempercayakan hal yang lebih besar kepada Anda.


2. Teman adalah aset berharga

Dengan siapa Anda berteman, demikian juga Anda akan menjadi serupa dengannya. Jika Anda berteman dengan orang yang suka mengeluh, lama kelamaan Andapun juga gampang banget mengeluh. Tetapi jika Anda berteman dengan orang yang punya visi ke depan, maka hidup Andapun akan digerakkan untuk meraih mimpi-mimpi besar Anda. Itulah aset Anda!

Semua usaha selalu berhubungan dengan orang lain. Berjualan, membutuhkan orang lain. Membangun rumah, membutuhkan orang lain. Apapun transaksinya, Anda berhadapan dengan orang lain, sekalipun itu transaksi online.

Dalam membina hubungan kerjasama, letakkan nilai persahabatan yang jauh lebih berharga dibanding sekedar meraih keuntungan. Bahkan terhadap kompetitor, jangan merasa mereka sebagai musuh, tetapi hargai sebagai teman, tolong mereka dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Dengan meletakkan teman sebagai ASET berharga, maka Andapun akan menghargai komitmen dan kerjasama dengan siapa saja.


3. Berorientasi pada manfaat, bukan sekedar profit

Tujuan sebuah bisnis memang mencari profit sebesar-besarnya, yang akan digunakan untukmemaintenance usaha supaya bisa jangka panjang, dan menjaga supaya kualitas produksi tetap baik dan terus meningkat (continuous improvement).

Tetapi ada yang lebih dari sekedar mencari profit, yaitu memberikan manfaat bagi konsumen dan orang lain sebesar-besarnya.


4. Fokus pada apa yang di depan, bukan apa yang telah lalu

Anda mungkin sering mengingat-ingat luka dan kesuksesan di masa lalu. Tetapi Anda tidak bisa lagi hidup di masa lalu. Yang Anda hadapi sekarang adalah hidup Anda sekarang ini. Lihatlah peluang apa yag ada sekarang. Dan kerjakan itu sekuat tenaga, akal dan pikiran!

Memang terasa sakit ketika mengingat-ingat tender ataupun peluang-peluang di masa lalu yang tidak Anda dapatkan. Apapun itu, jadikan pengalaman untuk lebih berhati-hati.


5. Efektif terhadap waktu

Masa muda memang mudah tergoda untuk bersenang-senang, layaknya pemuda/i yang lainnya. Happy-happy dengan teman lainnya. Hal itu sah-sah saja. Tapi tetap harus efektif terhadap waktu. Jangan menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia.

Waktu tidak pernah akan kembali. Jadi gunakan waktu ini sebaik-baiknya untuk masa depan Anda!


6. Jangan menghabiskan uang

Setelah berhasil mendapatkan uang dalam jumlah besar, jangan mudah tergoda untuk membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak Anda perlukan. Kalau untuk membeli aset, itu jauh lebih baik, ketimbang untuk berfoya-foya.


7. Keluarga adalah prioritas

Setelah bisnis berjalan lancar, Anda akan terus tenggelam di dalamnya, sampai melupakan keluarga. Pasangan Anda mengeluh karena Anda jadi tidak care terhadapnya. Ketika orang tua sakit, Anda tidak menyempatkan waktu untuk menungguinya karena yang ada di bayangan Anda adalah : uang, uang dan uang.

Uang itu netral. Yang terpenting, jangan sampai Anda dikuasinya, tetapi Anda harus menguasainya.

Keluarga adalah prioritas kedua setelah Sang Pencipta. Beri perhatian, setidaknya membuat mereka merasa menjadi bagian terpenting dalam hidup Anda. Karena tanpa mereka, Anda juga tidak bisa menjadi seperti sekarang ini.

Memang masih banyak prinsip-prinsip lain yang akan membuat bisnis Anda berhasil, seperti pembentukan karakter yang rendah hati, berjiwa pemenang dlsb. Tapi setidaknya jika 7 prinsip ini sudah Anda pegang dan melekat dalam hidup Anda, maka Andapun akan berhasil, baik dalam bisnis dan hidup.

Dan inilah pesan Sudono Salim (Owner Grup Salim, yang meliputi : Indofood, Indomobil,Indocement, Indosiar, BCA, Indomaret, Indomarco, dan lain-lain) :

Jika ingin sukses, jangan berpangku tangan saja. Semasa muda, bekerjalah habis-habisan. Bersemangatlah dan efektif dalam menggunakan waktu. Jangan cuti lama-lama, jangan selalu jalan-jalan, dan jangan tidur cepat! Jangan pula mudah menyerah pada kesulitan


(Bisnis UKM)

sumber :

http://www.smartbisnis.co.id/insight/inisiasi-bisnis/tips-memulai-usaha-di-usia-muda
http://adabisnis.com/7-prinsip-membangun-bisnis-dari-usia-muda/
http://wolipop.detik.com/read/2013/03/28/180114/2206567/1133/tips-memulai-bisnis-di-usia-muda-dari-michelle-bonchon
http://female.kompas.com/read/2010/11/23/08301740/Memulai.Bisnis.Harus.Sejak.Usia.Muda.

Tidak ada komentar: