Sabtu, 07 September 2013

Tips Sukses Menjadi Pekerja Tidak Tetap (freelancer)

Apa itu freelancer?

Mungkin anda yang belum mengenal istilah ini bertanya-tanya. Freelancer, sebut saja adalah seorang pekerja lepas, dimana kita dikontrak oleh orang lain atau oleh sebuah perusahaan untuk mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan tertentu.

Kemudian, setelah kita selesai melaksanakan tugas, maka kita akan dibayar sesuai harga yang telah disepakati di awal kontrak. Nah, dalam hal ini, kita berhubungan dengan orang / perusahaan yang membutuhkan tenaga kita hanya melalui media internet. Artinya apa? Artinya kita bisa menjadi tenaga lepas untuk perusahaan-perusahaan di manapun, di seantero dunia. Asyik kan?

Ya jelas! Apalagi dengan menjadi seorang freelancer, kita bebas menentukan sendiri: ingin mengerjakan apa, kapan mulai dan berapa jam kita kerja bebas mengatur waktu, dan tentu saja kita bisa menentukan sendiri berapa kita ingin dibayar. Lebih asyik lagi bukan?

Untuk menjadi seorang freelancer yang baik dan sukses, memang dibutuhkan keterampilan dan keahlian, karena memang di sini kita memberikan jasa kepada pihak lain. Tapi, tenang saja, apapun keahlian dan keterampilan anda, ada banyak orang di luar sana yang membutuhkannya. Mulai dari menjadi desainer grafis (seperti saya), programmer, musik, fotografi, kursus privat, web design, bahkan sampai hal-hal kecil dan sepele, seperti mencari gambar-gambar tertentu di internet atau sekedar menerima jasa pengetikan!

Semua ada, jadi jangan takut. Apapun keahlian anda, pasti ada orang yang membutuhkannya. So, niat dari sekarang, aku ingin bebas: menjadi seorang freelancer sukses!

Anda mungkin bertanya: berapa yang bisa kita dapat dari menjadi seorang freelancer? Pertanyaan bagus! Dan saya pun memiliki jawaban yang bagus pula, yaitu: TAK TERBATAS. Seberapa besar uang yang kita hasilkan, tergantung semuanya kepada kinerja kita sendiri. Saya sendiri, setiap minggunya masih dapat kontrak pembuatan logo 3 - 4 logo, rata-rata pembuatan logo dihargai mulai dari minimal $10 - $100(banyak juga lho, kontrak pembuatan logo yang dihargai lebih dari $200!). Itu baru dari pembuatan logo saja, belum jasa desain yang lain-lain (stationary).

Ditambah lagi,saat ini saya memiliki 3 kontrak dengan sistem bayar per jam, yang disebut Hourly Job, dan aku 'mematok' harga untuk jasaku sebesar $10/jam untuk berbagai tugas desain, seperti desain stiker, flyer, kartu nama, dan sebagainya. Untuk kontrak jenis ini, kita tidak lagi dibayar per tugas lagi, tapi kita dibayar per jam dari kerja kita. Nah, silakan hitung sendiri potensi penghasilannya jika kita bisa kerja 10 jam saja per minggu. Satu angka yang cukup lumayan bukan?

Ok, saya tertarik ingin menjadi seorang freelancer, lalu saya harus mulai dari mana? Sebenarnya bisa saja kita menawarkan jasa kita secara langsung, terserah mau buat website khusus, atau pun melalui iklan-iklan yang kita sebarkan. Tapi saya rekomendasikan untuk menggunakan jasa broker freelancer. Itu adalah semacam tempat bertemu antara penyedia jasa dan orang yang membutuhkan jasa. Ada banyak situs semacam ini, namun salah satunya yang paling saya sukai adalah oDesk. Pelayanannya sangat baik dan tersedia support yang tersedia 24/7.

Jadi tunggu apalagi? Segera putuskan jika anda ingin menjadi seorang freelancer. Segera daftar diri Anda, lalu buat profil yang "menjual", bangun reputasi dan siap memberi karya terbaik kepada klien. Dengan begitu sukses sudah pasti ada di depan mata.

Bagi banyak orang bekerja secara tidak tetap (freelance) masih belum dianggap sebagai karier. Sebagian di antara mereka mengkhawatirkan cukup tidaknya hasil yang didapat dari pekerjaan tidak tetap untuk biaya hidup. Padahal, jika dilakukan dengan benar, menjadi seorang pekerja tidak tetap merupakan alternatif untuk meningkatkan pendapatan dan menikmati pola kerja yang lebih "bebas". Memiliki pekerjaan tetap tentu menjadi dambaan banyak orang. Dengan gaji yang diterima rutin setiap bulan serta adanya tunjangan dan fasilitas tertentu cenderung membuat orang lebih merasa aman. Namun ada kalanya seseorang merasa jenuh bekerja dalam suasana kantor yang terikat oleh waktu yang telah ditetapkan perusahaan.

Meski tidak banyak ada orang yang memberanikan diri untuk memilih menjadi pekerja tidak tetap. Belum banyaknya orang yang memilih menjadi pekerja tidak tetap bisa dimaklumi mengingat pekerjaan ini tidak semudah yang Anda bayangkan. Ada banyak hal yang mestinya dipikirkan masak-masak sebelum Anda memutuskan terjun ke jenis pekerjaan ini. Dengan menjadi pekerja tidak tetap. Anda dapat mengatur jadwal kerja sesuai yang Anda inginkan, menentukan suasana kerja yang sama sekali berbeda dengan yang biasa Anda rasakan di kantor. Namun jika Anda ingin meninggalkan pekerjaan rutin delapan jam setiap hari, Anda sebaiknya mempersiapkan terlebih dulu daftar para klien. Hal lain yang mesti Anda persiapkan adalah perubahan pada "gaya hidup" yang harus Anda hadapi dengan bekerja secara single fighter. Pikirkan kedua hal tersebut dengan jernih.

Setelah Anda memikirkan menjadi seorang solois dan menemukan gambaran kesulitan yang akan dihadapi, Anda sebaiknya mempertimbangkan dua pertanyaan berikut: Haruskah saya meninggalkan pekerjaan kantor yang nyaman dan menjadi pekerja tidak tetap? Apa yang sebaiknya saya lakukan untuk menjadi pekerja tidak tetap? Silakan jawab pertanyaan pertama dengan jawaban "mungkin", kalau Anda telah mempertimbangkannya masak-masak. Sebaliknya jangan ragu untuk berkata "tidak" seandainya Anda tidak memiliki cukup keyakinan. Pertanyaan kedua akan terjawab sebagai berikut.

Tak perlu tergesa-gesa
Jenis pekerjaan tidak tetap memiliki beberapa kelebihan. Pekerjaan jenis ini memungkinkan Anda menjual apartemen kecil dan membeli rumah besar yang lebih murah di pinggiran kota yang tenang. Keuntungan lainnya yakni Anda dapat mencatat hal-hal penting seperti pembagian waktu yang tentu sulit dilakukan pada hari-hari kerja di kantor. Meski demikian, yang namanya kerja tetap kerja. Pekerjaan tidak tetap bukan secara otomatis akan lebih menarik ketimbang yang Anda lakukan di kantor. Jika Anda kurang awas, pekerjaan tidak tetap dapat menjadi membosankan dan menuntut sama seperti pekerjaan kantor, bahkan mungkin menyita lebih banyak waktu Anda. Apa pun yang Anda lakukan, jangan tergesa-gesa memasuki pekerjaan tidak tetap. Sekali Anda memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan delapan jam Anda, mungkin Anda akan menemukan lebih banyak lagi hal-hal yang lumayan. Namun jangan pernah berhenti dari pekerjaan regular Anda kecuali Anda memiliki kepercayaan total dengan kemampuan Anda. Tanyakan kepada diri sendiri apakah Anda mendapat manfaat dari pengalaman Anda bekerja penuh waktu. Saat menjadi pekerja tidak tetap, pekerjaan Anda tidak akan diperantarai oleh orang lain. Anda perlu memikirkan lebih banyak daripada yang Anda pikir dalam hal pemasukan dana, kontak, serta kepercayaan diri sebelum Anda benar-benar terjun ke pekerjaan tidak tetap. Bekerjalah secara sambilan sebanyak yang Anda bisa lakukan sebelum Anda berhenti bekerja. Hal ini akan membantu Anda menyimpan uang cadangan, membuka hubungan dengan klien-klien yang berprospek menguntungkan serta memikirkan ide tentang pekerjaan apa yang bisa Anda lakukan untuk mereka. Membuat daftar pelanggan potensial sangat penting. Beberapa pekerja tidak tetap menikmati promosi diri dan menghargainya, dengan benar, sebagai perlindungan mengatasi stagnasi, bahkan sebagian besar dari mereka mendapat pekerjaan melalui teman dari teman atau kolega dari klien.

Tetap pada motif "bebas"

Pertahankan motif awal Anda untuk bekerja secara tidak tetap. Bukan apa-apa, dihadapkan dengan hari-hari yang sibuk, Anda bisa tergoda untuk menyusun jadwal kaku atau bahkan mengganti pakaian Anda secara reguler. Ini tentu akan menghilangkan motif "kebebasan" Anda. Saat meninggalkan pekerjaan reguler, ada hal yang kerap dikhawatirkan orang yang sebenarnya tidak perlu. Orang cenderung mengkhawatirkan waktu untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan penanganan pajak serta asuransi kesehatan dari bisnis dalam skala kecil. Kekhawatiran tersebut sebenarnya terlalu berlebihan. Setelah letih karena selama seminggu mempelajari pajak dan asuransi bisnis skala kecil, Anda akan menemukan bahwa tak satu pun isu tersebut mengambil waktu melebihi waktu Anda sebelumnya. Yang pasti, setelah Anda memilih menajdi pekerja tidak tetap, Anda akan jarang mengalami rapat-rapat serta tidak lagi harus saling memberi salam karena berpapasan dengan orang lain di koridor kantor. Anda pun bisa menghasilkan uang lumayan dari hasil kerja menurut waktu yang Anda tentukan sendiri.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Freelancer & Cara Mengatasinya

Profesi sebagai freelancer terlihat begitu mudah dilakukan. Anda bisa jadi bos bagi diri sendiri, memiliki kebebasan untuk bekerja dengan cara apapun dari berbagai tempat. Namun freelancing tetap saja bisnis yang tidak bisa dilakukan sembarangan dan seenaknya sendiri. Salah-salah, reputasi jadi buruk, dan tidak ada lagi klien yang memercayakan proyek pada Anda.

"Freelancing telah menjadi sangat populer dalam masyarakat belakangan ini. Untuk mengurangi risiko bagi para profesional ini, kami merasa perlu mengedukasi mereka dengan memberi training dari para ahli," tutur Helma Kusuma, Indonesia Country Manager dari Freelancer.com, dalam acara 'Sesi Cerdas', yang berlangsung di Amigos, Bellagio Boutique Mall, Mega Kuningan, Jakarta, Sabtu (27/07/2013).

Untuk membantu para freelancer menghindari kesalahan yang bisa menimbulkan kegagalan, Indonesia Freelancers Association (IFA) bekerjasama dengan Freelancer.co.id, memberikan tips agar Anda bisa menjadi freelancer profesional. Organisasi non profit itu menjabarkannya beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan para freelancer. Apa saja?

1. Tidak Bisa Berkomunikasi Baik dengan Klien
Kebanyakan para freelancer akan memakai pengenalan panjang dalam summary mereka. Padahal menurut Daniel G Pratidya, ketua IFA yang juga seorang freelancer sukses mengungkapkan, pengenalan panjang dan terlalu basa-basi justru tidak menarik perhatian klien. Membuat pengenalan yang padat dengan desain menarik, akan membuat klien tertarik mengenal Anda lebih jauh.

Masih dalam masalah komunikasi. Kesalahan selanjutnya adalah selalu berpikiran negatif atau bahkan menulis hal negatif. "Sebagai contoh, jika seorang employer tak suka dengan kerja Anda, balaslah emailnya dengan kata sopan dan beraura positif. Ucapan terima kasih karena telah membaca kerja Anda juga membuat mereka respect," jelas Daniel.


2. Overselling
Tidak bisa menilai diri dan terlalu menjual kelebihan sendiri kepada klien, akan membuat klien memandang Anda sebelah mata. Sebagai contoh, Anda sangat yakin dapat mengerjakan proyek besar dalam waktu dua hari. Padahal normalnya, bisa dilakukan dalam waktu seminggu. Klien justru berpikir Anda hanya 'omong besar'. Sertakan alasan yang dapat diterima, ketika Anda berani menaruh bid yang besar. Misalnya, "Saya bisa lakukan pekerjaan ini dengan cepat karena saya memiliki 50 pekerja."

3. Tidak Mengenal Siapa Customer Anda
Pekerjaan sebagai freelancer kebanyakan dilakukan secara online. Anda tidak tahu untuk siapa Anda bekerja. Namun ketika memulai menjatuhkan bid untuk proyek, Anda perlu tahu kepada siapa Anda akan bekerja. Cari employer dengan reputasi yang baik. "Banyak employer dunia maya yang membuat proyek ilusi, hanya untuk mengetahui bid tertinggi, atau membuat bid itu sebagai sampel," tambah freelancer dengan pendapatan lebih dari Rp 200 jutaan itu.

4. Mudah Menyerah
Pekerjaan sebagai freelncer tidak mudah dan perlu proses sampai Anda dipercaya oleh para klien. "Banyak freelancer yang curhat pada saya, sudah bertahun-tahun jadi freelancer tapi nggak pernah dapat proyek," ungkap Daniel. Solusinya, Anda harus lebih rajin online. Memperbaiki summary dan membuatnya menarik, serta membuat bid yang tepat. Daniel menyarankan untuk membuat bid rendah di awal, namun harus tetap profesional dalam menyelesaikan proyek. "Semakin cepat kerja Anda semakin tinggi tarif perjamnya," pungkasnya.

5. Tidak Mengerti Keinginan Klien
Ketika mendapatkan klien, kunci paling penting adalah komunikasi. Kebanyakan komunikasi terjadi dalam bahasa Inggris, dan jangan sampai masalah bahasa membuat Anda salah mengerti maksud klien. Kesalahan lainnya yang juga fatal adalah, pura-pura mengerti apa keinginan klien, padahal Anda masih tidak ada bayangan tentang pekerjaannya. Selain bisa merusak reputasi, Anda tidak akan dipekerjakan lagi oleh klien tersebut, jika pekerjaan melewati masa kerja yang ditentukan. Untuk itu, Daniel menyarankan untuk banyak bertanya jika memang belum mengerti.



Keuntungan menjadi freelancer bila dibandingkan dengan karyawan kantoran adalah, adanya fleksibilitas waktu dan tempat untuk menyelesaikan proyek yang tengah menjadi tanggung jawabnya. Karena itu, banyak pekerja kreatif maupun bidang lain yang memutuskan menjadi freelancer daripada terikat dalam satu perusahaan. Profesi sebagai freelancer terlihat begitu mudah dilakukan. Anda bisa jadi bos bagi diri sendiri, memiliki kebebasan untuk bekerja dengan cara apapun dari berbagai tempat.

Meskipun kini telah banyak yang memilih jalan freelance untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tidak sedikit yang masih melakukan kesalahan dan berakibat pada kegagalannya menjadi seorang freelancer handal. Freelancing, tetap saja bisnis yang tidak bisa dilakukan sembarangan dan seenaknya sendiri. Salah-salah, reputasi bisa menjadi buruk dan tidak ada lagi klien yang akan mempercayakan proyeknya pada Anda. Bila ingin sukses menjadi favorit para klien, segera perbaiki beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan para freelancer.

Tetap (Harus) Ada Kontrak Kerja
Meskipun menjabat sebagai seorang pekerja lepas, bukan berarti Anda dan klien mengesampingkan kontrak kerja dalam perjanjian kerjasama. Tujuan kontrak kerja yang resmi dan jelas, adalah untuk menghindari hal-hal yang akan merugikan kedua belah pihak. Tulis pula harga yang telah disepakati untuk menyelesaikan satu proyek. Dan yang terpenting, jangan lupa untuk membubuhkan tandatangan di atas materai agar kontrak kerja tersebut sah adanya.

Dengan adanya kontrak kerja, setidaknya akan menjelaskan job desk pihak kedua, dan kewajiban pembayaran yang harus dilakukan pihak pertama lengkap dengan termin-nya.

Kenali Customer Anda
Kebanyakan freelancer, mendapatkan klien atas rekomendasi baik dari teman ataupun klien yang pernah bekerjasama dengan kita. Namun tetap saja, perlu untuk mencari tahu informasi mengenai calon klien yang akan memakai jasa kita. Tujuannya adalah, agar kita sedikit banyak memahami selera dan cara kerja si calon klien. Selain itu, untuk menghindari kita dari kecurangan yang mungkin saja dilakukan oleh klien. Ya, pekerjaan sebagai freelancer kebanyakan dilakukan secara online, jadi kita tidak tahu untuk siapa kita bekerja.

Pahami Sistem Kerjanya
Ketika sudah ada kecocokan antara kedua belah pihak mengenai harga dan job desk, Anda harus tahu dulu sistem kerjanya. Meskipun sebagai freelance, namun ketika berhubungan dengan satu klien, kita tetap perlu mempelajari cara perusahaan itu bekerja. Hal ini perlu dilakukan, untuk menghindari kesalahan fatal yang membuat Anda tidak akan dipakai lagi di proyek selanjutnya.

Mengerti Keinginan Klien
Ketika mendapatkan klien, kunci paling utama adalah komunikasi. Kesalahan fatal yang kerap terjadi adalah, pura-pura mengerti apa keinginan klien padahal Anda masih belum ada bayangan tentang pekerjaannya. Selain bisa merusak reputasi, Anda bisa jadi tidak akan dipekerjakan lagi oleh klien tersebut untuk kedua kalinya. Banyak pertanyaan di awal, tentunya tidak akan menjadi masalah bagi klien, malah justru akan meminimalisir kesalahan.

Overselling
Tidak bisa menilai diri dan terlalu menjual kelebihan sendiri kepada klien, akan membuat klien memandang Anda sebelah mata. Misalnya, Anda yakin dapat menyelesaikan sebuah pekerjaan dalam tempo dua hari, padahal normalnya butuh waktu seminggu untuk menuntaskannya. Bila Anda melakukannya, klien justru berpikir Anda hanya omong kosong saja.

Taati Deadline
Seorang freelancer profesional perlu menaati deadline yang telah disepakati. Melenceng dari waktu yang ditentukan hanya akan membuat reputasi buruk dan klien tidak mau lagi mempekerjakan Anda di proyek selanjutnya.

Do More
Tak ada yang salah dengan mengerjakan apa yang klien minta. Namun jika Anda hanya mengerjakan hal tersebut, Anda sama dengan freelancer lainnya diluar sana dan tidak ada nilai plus bagi Anda. ‘Do More’ adalah kunci sukses freelancer berikutnya. Melakukan usaha lebih demi klien, walaupun sedikit, akan membuat Anda dipekerjakan kembali.

Jangan Mudah Menyerah
Sebagai freelancer baru, tentunya kisaran proyek yang menghampiri Anda tidak sebanyak seniorfreelancer yang lebih dulu terjun di bidang yang sama dengan Anda. Namun jangan cepat menyerah. Berikan hasil terbaik untuk klien, karena siapa tahu proyek selanjutnya hasil rekomendasi klien kepada teman-temannya. Selain itu, buka link sebanyak-banyaknya untuk membuka peluang kesempatan.




berikut ini memberikan beberapa tips untuk mendapatkan proyek freelance pertama Anda.
  1. ‘Menampakkan diri’. Memiliki sebuah website merupakan hal yang bagus. Bahkan, bisa dikatakan sebuah website merupakan suatu keharusan bagi setiap freelance. Namun, website Anda tidak akan banyak berguna jika tidak ada yang pernah melihatnya. Beritahu semua orang yang Anda kenal untuk mengunjungi website Anda dan berbagi link website tersebut kepada orang lain.
  2. Manfaatkan koneksi lama Anda. Jangan ragu untuk berhubungan dengan orang yang pernah Anda kenal dengan memberitahu mereka tentang bisnis Anda. Daftar kontak Anda dapat mencakup salah satu atau semua hal berikut: teman, keluarga, tetangga, mantan atasan, dan sebagainya.
  3. Berbagi pengetahuan. Salah satu cara terbaik untuk menjelaskan keahlian Anda adalah untuk berbagi pengetahuan tentang bidang yang Anda tekuni dengan orang lain. Ada banyak cara untuk melakukan hal ini termasuk: menulis posting pada sebuah blog, menulis untuk kolom pada koran lokal, atau menjawab pertanyaan di forum-forum online.
  4. Tetap aktif. Banyak freelancer membuat kesalahan dengan menjadi semacam anti-sosial dengan dunia offline, tetapi ini tidak akan membantu Anda untuk menemukan proyek. Sebaliknya, tetaplah terhubung baik online dan offline. Siapa tahu, dengan futsal setiap minggu bersama teman-teman Anda, misalnya, bisa memperkenalkan Anda dengan klien baru atau sebuah proyek untuk portofolio Anda.
  5. Jangan melupakan pasar lokal. Kebanyakan freelancer fokus pada bisnis mereka di dunia online dan itu bagus. Namun, mungkin ada usaha kecil atau menengah yang berada di kota Anda sendiri yang bisa menggunakan layanan Anda. Lakukan sedikit riset dan cari tahu tentang potensi tersebut.
  6. Berbagi kartu nama. Kesalahan lain dari freelancer baru biasanya adalah tidak memiliki kartu nama. Tapi ingat, kartu nama adalah cara yang bagus untuk meninggalkan informasi kontak Anda dengan calon klien.
  7. Jangan berhenti berusaha. Para freelancer yang sukses adalah orang-orang yang tidak pernah menyerah. Mereka terus mencoba dan mengambil setiap penolakan sebagai tanda bahwa mereka harus berusaha lebih keras. Mungkin diperlukan selusin atau bahkan seratus penolakan sebelum Anda mendapatkan proyek freelance pertama Anda.

Semoga bermanfaat, selamat memulai karir freelance Anda.

Tidak ada komentar: